Bismillah..
Pondering yourself about what will happen tomorrow, is really a pain in the ass, [opss ilyana mind your word..]..
We’ve heard that a lot isnt it?
Like..
‘Laughter is the best painkiller’??
‘'Laughter is the best Iberet Folic 500 that Abbott has ever manufactured in it's entire productions' for migrain-ers.??
Then, if it so easy to laugh, so I guess no pharmacist will be needed..
Thus, we do not have to struggle on creating f0rmula.
Mem0rizing all th0se drugs interactions and the mechanisms..
Plus, we do not have to study 8 subjects focusing on pharmacology..
8!!
Your doctors have only 1 pharmacology but we have 8s!!
Haha.. Nice..
According to Yahya bin Muaadz Ar-razi, ada empat perkara yang menghilangkan tertawa seseorang Mukmin :
(1) Kerana memikirkan akhirat
(2) Kesibukan mencari keperluan hidup
(3) Risau memikirkan dosa
(4) Apabila tibanya musibah dan bala.
Bahkan Sabda Baginda saw :
"Banyak ketawa itu mematikan hati dan melalaikan daripada mengingati akhirat dan mempusakai marah dalam hati".
MasyaAllah, that sh0ws laughing is prohibited in Islam..
Tak salah untuk kita berbahagia, but ketawa berdekah-dekah hingga mengeluarkan air mata, dats not wat Islam teaches us..
We can still smile and laugh but jangan sampai berbunyi2, berdekah2..
Firman Allah SWT melalui ayat 82 surah at-Taubah bermaksud: "Maka bolehlah mereka (golongan munafik) ketawa sedikit (di dunia ini) dan mereka akan menangis banyak (di akhirat kelak), sebagai balasan bagi apa yang mereka telah usahakan (semasa hidup di dunia).
" Dan dalam ayat 60 surah an-Najm yang bermaksud: "Maka mengapa kamu ketawa dan tidak menangis?"








































